Model Literasi SAUCE

BAB I
PENDAHULUAN

Saat ini dunia dihadapkan pada sebuah ledakan informasi yang menjadi berlipat-lipat dari beberapa tahun yang lalu. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menyebabkan informasi yang diproduksi, dikelola, dan didistribusikan dalam berbagai media menjadi sedemikian mudah berkembang dengan pesat.

Bagi dunia pendidikan dan juga penelitian, kemudahan dan pesatnya pertumbuhan informasi sebenarnya menjadi berkah sekaligus ancaman. Hal ini dikarenakan tidak adanya kepastian bahwa informasi yang diproduksi atau berkembang tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kemudahan setiap orang untuk mempublikasikan segala macam pendapat dan informasi dalam dunia internet menjadikan informasi yang berkembang ada dalam wilayah abu-abu. Kondisi inilah yang menyebabkan perlunya kemampuan literasi informasi.

Sauce adalah proses penelitian dan pemecahan masalah yang bertujuan untuk memberikan keterampilan literasi informasi bagi peserta didik untuk digunakan dalam pemecahan masalah dan penelitian. Proses ini dirancang untuk:

  1. dapat digunakandalamberbagai macamsekolahterlepas dari sumber dayateknologidan peralatan mereka.
  2. Menyediakanpemecahan masalahyang bergunadanalat penelitianbagi pelajardalamsituasipembelajaran individualdan kolaboratif.
  3. Menyediakangurudenganalat yang membantumerekamembuattugas-tugas yangmembutuhkanpeserta didik untukmenggunakankemampuan berpikiryang lebih tinggi.
  4. Penempatanpeserta didikdalam situasiyang mengharuskan merekauntuk menggunakan pengetahuanmereka sebelumnyadigabungkan dengan informasiyang diperolehuntuk memecahkanmasalah ataumemenuhikebutuhan.
  5. Beriguru dan peserta didikstrukturdi manaketerampilanmelek informasidapat diperolehdandipraktekkandalam konteksyang relevandan realistis.
  6. Menyediakanalatyang menyederhanakanintegrasiICTdi seluruhkurikulumdanmenggabungkanpengembanganKeterampilan penting.

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Defenisi Literasi Informasi

Walau istilah literasi informasi mulai di AS sekitar dasawarsa 1970an, pengertian serta landasan dasarLI tidak sepenuhnya memenuhi kesepakatan di kalangan ilmuwan informasi. Seperti dikatakan Shapiro dan Hughes (1996) literasi informasi merupakan  konsep yang sering digunakan namun memiliki sifat ketaksaan (ambiguitas) yang berbahaya. Hal tersebut juga dinyatakan oleh Snavely dan Cooper (1997) yang mengatakan untuk dapat diterima oleh pemakai non pustakaswan dan akademisi, pustaka iswan perlu menjelaskan definisi LI serta membedakannya dari instruksi bibliografis serta perbedaannya dari pendidikan dan pembelajaran pada umumnya. Sungguhpun demikian Owusu-Ansah (2003,2005) mengatakan bahwa adanya banyak definisi dan konsep LI tidak mencerminkan perbedaan atau ketidaksepakatan yang besar.

Istilah “information literacy” pertama kali dikemukakan oleh Paul Zurkowski yang mengatakan orang yang literat informasi adalah orang-orang yang terlatih dalam aplikasi sumberdaya dalam pekerjaanna (Behrens,1994). Setelah ittu keluar definisi LI oleh ANZIL (Australian and New Kesepakatan definisi  LI baru tercapai tahun 2005 tatkala IFLA, UNESCO dan National Forum for Information Literacy (NFIL) menaja pertemuan tingkat tinggi di Bibliotheca Alexandriana di Alexandria, Mesir. Sebagai hasil pertemuan muncullah definisi LI sebagai berikut :

Information literacy encompasses knowledge of one’s information concerns and needs, and the ability to identify, locate, evaluate, organize, and effectively create, use and communicate information to address issues or problems at hand; it is a prerequisite for  participating effectively in the Information Society,and is part of the basic human right of  life – long  learning.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 SAUCE

Sauce adalah proses penelitian dan pemecahan masalah yang bertujuan untuk memberikan keterampilan literasi informasi bagi peserta didik untuk digunakan dalam pemecahan masalah dan penelitian. Proses ini dirancang untuk:

  1. dapat digunakandalamberbagai macamsekolahterlepas dari sumber dayateknologidan peralatan mereka.
  2. Menyediakanpemecahan masalahyang bergunadanalat penelitianbagi pelajardalamsituasipembelajaran individualdan kolaboratif.
  3. Menyediakangurudenganalat yang membantumerekamembuattugas-tugas yangmembutuhkanpeserta didik untukmenggunakankemampuan berpikiryang lebih tinggi.
  4. Penempatanpeserta didikdalam situasiyang mengharuskan merekauntuk menggunakan pengetahuanmereka sebelumnyadigabungkan dengan informasiyang diperolehuntuk memecahkanmasalah ataumemenuhikebutuhan.
  5. Beriguru dan peserta didikstrukturdi manaketerampilanmelek informasidapat diperolehdandipraktekkandalam konteksyang relevandan realistis.
  6. Menyediakanalatyang menyederhanakanintegrasiICTdi seluruhkurikulumdanmenggabungkanpengembanganKeterampilan penting.
  7. Literasi informasiterdiri daridua bagianyangyaitu keterampilankritis danteknis. Untuk memberikan pengalamanbelajar yang berkualitas padasiswadalamliterasi informasimaka perlu dipastikancakupanpenuh dariberbagai bagian tersebut.
Keterampilan teknis Keterampilan kritis
·         Pencarian Informasi

·         Memperoleh Informasi

·         Penyimpanan Informasi

·         Kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan informasi.

·         Memahami Informasi

·         Buang informasi yang tidak relevan

·         Validasi informasi yang relevan
Gunakan informasi untuk:

1.      Formulir atau mengubah pendapat

2.      Memerintah tindakan

3.      Membuat keputusan

4.      Bentuk hipotesis

5.      Memenuhi kebutuhan

6.      Memprediksi hasil

7.      Menyarankan solusi

8.      Menganalisa situasi

9.      Memperjelas masalah

10.  Perdebatan masalah

11.  Membuat strategi (rencana aksi)

12.  Menggambar kesimpulan

13.  Socialise atau culturalise

14.  Meningkatkan atau membuat suatu produk atau proses

15.  Mengatasi masalah

16.  Siapkan demonstrasi

17.  Memperdalam pemahaman

18.  Mengkomunikasikan informasi

·         Membenarkan keputusan yang relevan dari informasi yang dikumpulkan.

·         Mengkomunikasikan informasi yang relevan secara tepat, jelas dan kreatif.

sdvs

Kalangan melek informasi adalah salah satu kalangan yang memiliki kemampuan untuk  mengenali kebutuhan informasi, mencari, mengakses, menyimpan, mengambil, memahami, menganalisis, mengkritik dan memanfaatkan informasi yang relevan untuk membuat keputusan yang valid, tepat dan berwawasan serta mampu berkomunikasi dan memvalidasi keputusan kreatif dengan tepat.

Ini berarti bahwa orang yang melek informasi harus mampu melakukan lebih dari sekedar mengumpulkan informasi. Kemampuan untuk menggunakan informasi sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan merupakan pusat menjadi seseorang yang terpelajar. Ini adalah salah satu fondasi utama dari model SAUCE.

Proses pengumpulan informasi membuat sedikitnya penggunaan keterampilan berpikir tingkat tinggi, hal ini terjadi ketika informasi tersebut digunakan sebagai alat untuk membantu dalam memecahkan masalah dan pengambilan keputusan. padahal pemahaman sangat penting dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi, dimana anlisis, aplikasi, sintesis dan evaluasi menjadi proses penting bagi pelajar. Untuk menempatkan murid dalam situasi ini juga merupakan fokus utama dari proses SAUCE.

Problem Solving diakui sebagai konteks utama untuk belajar dan konteks logis untuk keterampilan berpikir tingkat tinggi. menempatkan pengguna dalam kegiatan pemecahan masalah yang relevan adalah maksud utama ketiga dari proses SAUCE.

Collaborative and Individual Learning

Manfaat SAUCE mendorong guru untuk menempatkan peserta didik dalam masalah pemecahan situasi di mana berbagi pemahaman, ide dan pikiran menjadi pembelajaran yang positif untuk setiap individu yang terlibat. Manfaat lebih lanjut adalah menjauhkan individu dari kegagalan dan menciptakan iklim belajar yang positif di mana semua pihak yang terlibat berbagi dalam keberhasilan kelompok.

hgsh
Tujuh keterampilan penting yang menjadi fokus utama dari proses belajar mengajar dapat dilihat dari keterampilan komunikasi, keterampilan berhitung, keterampilan informasi, pemecahan masalah, manajemen diri dan keterampilan kompetitif, keterampilan sosial dan koperasi. Bekerja dan belajar keterampilan menunjukkan bahwa pemecahan masalah kolaboratif adalah konteks di mana keterampilan menjadi berlaku dan lingkungan di mana peserta didik akan diminta untuk mengembangkan dan melatih keterampilan yang relevan. Sauce merupakan proses yang memberikan guru lingkungan untuk memfasilitasi pengembangan dan penerapan keterampilan.

TIK bukanlah solusi untuk menciptakan suatu pembelajaran. Dalam mengintegrasikan ICT dalam pembelajaran dan pengajaran perlu kefokusan pada penciptaan situasi belajar yang efektif dan berkualitas. Fokus SAUCE adalah untuk menyediakan alat yang memfasilitasi pembelajaran yang baik. alat yang secara alami akan mendorong penggunaan berbagai teknologi dalam konteks pembelajaran di mana pengetahuan dikombinasikan dengan informasi yang diperoleh untuk membantu pelajar menemukan solusi yang terbaik dan untuk menciptakan ide-ide dan pengetahuan baru.

OVERVIEW

Pengetahuan adalah ketika informasi telah menjadi cukup relevan bagi individu untuk melakukan sesuatu. Informasi yang di peroleh dapat membangun pengetahuan, memperdalam pemahaman, memperoleh keterampilan dan mendapatkan pengalaman. Ini semua harus mengarah pada peningkatan kebijaksanaan. Proses peningkatan pengetahuan dan kebijaksanaan biasanya meningkat ketika peserta aktif berbagi pemahaman mereka.
Model ini menyediakan sarana bagi guru untuk membimbing peserta didik sepanjang rute yang memerlukan proses berpikir tingkat tinggi dan mendorong mereka untuk berbagi pemahaman.

Keberhasilan atau kegagalan model terletak pada 2 hal:

  • Pupils are set up for success when key words and phrases from relevant resources are embedded in the task.
  • The task is set incorporating appropriate cognitive verbs. Verbs that link with the higher thinking levels of Bloom’s revised taxonomy will guide learners into operating within the higher thinking levels during the using stage.

Selama tahap pemebelajaran, biarkan peserta didik untuk bertanya bagaimana, apa, kapan, di mana, mengapa dan siapa.

  1. Acquisition

Perolehan informasi yang relevan dan valid menjadi dasar untuk menyelesaikan tugas. Pengetahuan sebelumnya perlu digunakan dan dipertimbangkan, namun tugas terstruktur juga akan dibutuhkan pelajar untuk menambahkan informasi lebih lanjut untuk pengetahuan mereka sebelumnya sehingga mereka membangun sebuah gagasan yang akan memungkinkan mereka untuk menyelesaikan tugas. Analogi lain adalah bahwa informasi yang dikumpulkan adalah benar-benar alat yang pelajar akan gunakan untuk memecahkan masalah.

  1. Prior Knowledge

Pengetahuan merupakan faktor penting untuk menyelesaikan tugas atau memecahkan suatu masalah. Model ini mengakui nilai pengetahuan sebelumnya tetapi juga mengasumsikan bahwa peserta didik perlu memperoleh informasi di luar pengetahuan mereka saat ini dan memahaminya untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka.
Peserta didikakanmemiliki sebuahbank tempat kumpulan pengetahuanyangtidak pernah mencukupikebutuhan informasi mereka. A broader information foundation yang lebih luasharusdibangunagar mereka memilikiproses berpikiryang lebih tinggi.

  1. Acquiring Information

Akuisisi informasi adalah suatu proses yang melibatkan sejumlah langkah.
Langkah-langkah utama dari proses ini adalah:

  • Tentukankata kuncidan frase
  • Tulispertanyaanpencarian
  • Pilihsumber yang tepat
  • Pilihinformasi yang relevan
  • validasiinformasi
  • Menilai danmeninjau kemajuan

Tahap ini memungkinkan pelajar untuk membangun landasan yang memadai dengan menambahkan informasi yang relevan dan valid untuk pengetahuan mereka sebelumnya.

  1. Using information

Banyak definisi Literasi Informasi menekankan kemampuan peserta didik untuk menggunakan informasi dengan cara yang praktis. Bahkan Doyle (1994, p.1) mendefenisikan “The ability to access, evaluate, and use information from a variety of sources.” My own definition of Information Literacy also carries the same focus, “To be information literate is to be able to locate, access, acquire, comprehend, analyse and critique relevant information, then utilise it to make valid, informed decisions and also communicate those decisions appropriately with validation where necessary.”

  1. Communication
    Penekanan dalam model ini adalah mengkomunikasikan informasi relevan yang dikumpulkan untuk memvalidasi keputusan dan pilihan yang dibuat.

 

  1. Evaluation
    Ada dua aspek dalam evaluasi yaitu Produk dan Proses. Fokus kecil untuk menghasilkan produk. Fokus utama adalah proses pembelajaran untuk menyelesaikan tugas.

Hasil yang diharapkan dari model SAUCE adalah sebagai berikut:

  1. KeterampilanBerpikirTinggi yang menunjukkan
    • Values and assumptions/ nilai dan asumsi
    • Errors in logic/ kesalahan dalam logika
    • Irrelevant and invalid arguments/ argumen yang tidak relevan dan tidak valid
    • Differences between fact and opinion/ perbedaan fakta dan opini
    • Bias
  1. Keterampilan esensial
    Keterampilan komunikasi
  • percaya diri, kompeten dan kreatif dengan cara dan media yang tepat
  • Berusaha untuk berkomunikasi dengan cara yang sesuai dan mencakup poin-poin utama secara memadai
  • Bekerja sama dan kemampuan berkomunikasi yang baik dalam kelompok

BAB IV
PENUTUP

  • KESIMPULAN

Model SAUCE menyediakan alat pembelajaran yang efektif untuk memahami informasi.Kerangka belajar dalam model ini membimbing mereka ke dalam penelitian yang efektif dan perolehan informasi yang relevan dan valid yang kemudian digunakan dalam pemecahan masalah dan memberikan kerangka berfikir yang mengarahkan peserta didik untuk meningkatkan kemandirian untuk melek informasi.

  • SARAN

Memberikan pengembangan profesional untuk setiap sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Bond, Traver. 2011. “SAUCE”.. http://ictnz.com/index.htm. Diakses: 9 Oktober 2014

Ramadiati, Michelia Puspaseruni. 2009. “Literasi Informasi”. Jakarta: Fakultas Ilmu Budaya UI.

Wz, Nurholiz. 2012. “Literasi Informasi”. http://nurholiswz.blogspot.com . diakses: 9 Oktober 2014

Iklan
By kerajaan perpustakaan Posted in tugas Dengan kaitkata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s