Buku ini Bisa Produksi Air Bersih Untuk Diminum

 

Buku ini Bisa Produksi Air Bersih Untuk Diminum

Teknologi dan inovasi akan terus diciptakan dan dibuat untuk kemanfaatan manusia. Hal ini juga yang dilakukan dalam bidang teknologi yang memanfaatkan buku sebagai medianya.

Di Amerika Utara, saat ini sedang dikembangkan sebuah teknologi yang menggunakan media buku sebagai alat untuk menciptakan air bersih.

Baca lebih lanjut

Iklan

Mengadopsi Konsep Promosi Lembaga Profit di Perpustakaan

OLEH : ABDUL HAFIZ HARAHAP

Promosi bukan hal baru di ranah perpustakaan. Promosi sudah dilakukan bertahun-tahun silamoleh perpustakaan dalm upaya meningkatkan jumlah kunjungan dan pinjaman, serta mempromosikan layanan-layanan yanng tersedia. Akan tetapi apakah promosi yang dilakukan oleh perpustkaan hingga saat ini benar-benar promosi yang tepat dan mengikuti perkembangan?

Dari beberapa literatur yang pernah ada di Indonesia diketahui bahwa promosi yang diajarkan masih terkesan itu ke itu saja bahkwan cenderung tidak memiliki konsep yang jelas. Ketidakjelasan juga dapat dilihat dari media-media atau tools promosi yang dibuat tidak memperlhatkan target audien yang dituju. Semisal, apakah memberikan pengaruh kepada pemustaka potensial atau aktual? Kemudian, apakah media dan tools promosi sudah tepat untuk segmen pemustaka yang dituju? Beragam pertanyaan lainnya akan dapat hadir menyoali promosi perpustakaan. Karenanya, diperlukan kejelian dalam mendesain sebuah konsep promosi perpustakaan yang akan dilakukan di samping terus mengikuti perkembangan tren promosi yang senantiasa dilakukan oleh lembaga-lembaga berbasis profit seperti di retail dan mall atau yang lebih dekat dengan ranah perpustakaan sendiri yaitu di toko buku. Lantas, apakah diperkenankan perpustakaan mengadopsi konsep-konsep dari luar ranah perpustakaan sendiri? Jawabannya tentu saja sangat diperkenankan. Hal demikian berpuluh-puluh tahun bahkan seabad silam telah dilakukan oleh pustakawan-pustakawan di dunia. Sebagai contoh yang sangat karib dengan pustakawan adalah sistem klasifikasi DDC (Dewey Decimal Classification) yang dipublikasikan pertama kali oleh penemunya Melvil Dewey pada tahun 1876. Dewey Decimal Classification dari namanya saja sudah dapat dipastikan bahwa konsep ini diinspirasi dari cabang ilmu matematika yaitu bilangan desimal.

Baca lebih lanjut

Di Chicago, Printer 3D Tersedia Gratis untuk Pemilik Kartu Perpustakaan

 

Di Chicago, Printer 3D Tersedia Gratis untuk Pemilik Kartu Perpustakaan

Jika di Indonesia mungkin perpustakaan masih dianggap selalu terlambat dalam mengimplementasikan serta memiliki sebuah teknologi terkini, Tapi tidak untuk di perpustakaan di Amerika. Baru-baru ini Harold Washington Library Center, telah membuka laboratorium gratis bagi siapa pun yang ingin mengakses tiga Makerbot 3D printer, pemotong laser dan sebuah milling machine (mesin frais).

Baca lebih lanjut

Download E-Book Kamus Istilah Kearsipan

 

Download E-Book Kamus Istilah Kearsipan

Untuk para mahasiswa atau mereka yang bekerja di bidang Kearsipan, tentunya sering mengalami kesulitan dengan istilah-istilah dalam bidang kearsipan tersebut.

Berikut ini merupakan E-Book karya Prof. Sulistyo Basuki yang menulis terkait dengan E-Book Kamus Istilah Kearsipan.

Yang menarik dalam pengantar E-Book Kamus Istilah Kearsipan ini dibuat oleh Prof. Sulityo Basuki berawal dari “kejengkelan”nya saat mengajar di UI.

Kamus ini muncul sebagai akibat “kejengkelan” dalam pengalaman sehari-hari. Ketika mengajar program diploma Kearsipan di Universitas Indonesia, ternyata ada keanehan, bahwa walaupun program diploma sudah berlangsunglebih dari 10 tahun tidak ada upaya mencatat istilah yang digunakan agar terjadi kesamaan pengertian dan persepsi diantara para pengajar dan mahasiswa.

Ungkapan tersebut terdapat pada pengantar E-Book Kamus Istilah Kearsipan tersebut.

Silahkan anda Download dan Baca E-Book Kamus Istilah Kearsipan DISINI.

Library 2.0 dan Dampaknya dalam Pengembangan Aplikasi dan Layanan Perpustakaan

Library 2.0 dan Dampaknya dalam Pengembangan Aplikasi dan Layanan Perpustakaan

Dunia PerpustakaaN || Web 2.0 pada dasarnya adalah istilah pemasaran yang diperkenalkan oleh penggiat Internet (komersial dan nonkomersial) untuk menandai tren dan pola penyebaran informasi yang terjadi beberapa tahun belakangan ini. Tim Berners-Lee selaku penemu web mengatakan bahwa Web 2.0 sebenarkan sudah dirancang ketika web pertama kali digagas. Terlepas dari itu, pola komunikasi web sekarang sudah berubah. Dulu para penyedia layanan web, berlomba membangun pulau-pulaunya sendiri dan menyimpan datanya masing-masing. Walaupun ada interaksi yang tinggi dengan pengguna, tetapi masih sepihak. Jika pengguna ingin berinteraksi ke banyak penyedia layanan, pengguna harus mengingat dan menggunakan banyak kunci. Ini tentu menyusahkan.

Baca lebih lanjut

By kerajaan perpustakaan Posted in Artikel Dengan kaitkata

Pustakawan Bukanlah Ahli Gudang

Pustakawan Bukanlah Ahli Gudang

Pustakawan adalah seseorang yang telah menempuh pendidikan atau mengikuti pelatihan di bidang kepustakawanan. Pengertian pustakawan dalam hal ini adalah seorang yang menyelenggarakan kegiatan perpustakaan dengan jalan memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tugas lembaga induknya berdasarkan ilmu yang dimiliki melalui pendidikan (Kode Etik Pustakawan, 1998:1).

Ahli gudang adalah seseorang yang bertugas menjaga dan mengelola semua isi di dalam gudang. Sangat ironis sekali jika pustakawan harus disamakan dengan ahli gudang. Pustakawan adalah sebuah profesi yang berhubungan dengan pengelolaan ilmu pengetahuan dan akan sangat memprihatinkan ketika sebuah profesi yang berkaitan dengan managemen ilmu pengetahuan ini di klaim sama dengan ahli gudang.

Baca lebih lanjut

12 Kebiasaan Positif Mahasiswa Meraih Sukses di Kampus

12 Kebiasaan Positif Mahasiswa Meraih Sukses di Kampus

Gambaran seorang mahasiswa dikatakan sukses atau tidak selama di kampus bisa diartikan berbeda-beda oleh setiap orang. Mungkin seorang mahasiswa dikatakan sukses oleh si A, belum tentu oleh si B mahasiswa tersebut dikatakan sukses.

Begitu juga terkait dengan cara dari mahasiswa untuk meraih kesuksesan selama di kampus juga berbeda-beda. Cara yang efektif untuk seseorang, bisa jadi tidak efektif jika diterapkan oleh orang lain. Tetapi dengan mengikuti beberapa prinsip dasar, kamu bisa juga meraih kesuksesan yang sama.

  Baca lebih lanjut

Sisi Lain yang Tidak Terlihat dari Perpustakaan dan Pustakawan

Sisi Lain yang Tidak Terlihat dari Perpustakaan dan Pustakawan

 

Apa yang anda ingat ketika mendengar kata Perpustakaan dan pustakawan? Berikut ini merupakan tulisan dari salah satu mahasiswa Jurusan Ilmu perpustakaan berjudul Sisi Lain yang Tidak Terlihat dari Perpustakaan dan Pustakawan membahas terkait dengan Sisi Lain yang Tidak Terlihat dari Perpustakaan dan Pustakawan dikutip dari tribunnews.com (26/10/13).

Ilmu perpustakaan ? Apakah ilmu perpustakaan itu ? Untuk apakah ilmu perpustakaan tersebut ? Bukankah pustakawan hanya bertugas sebagai pembuka tutup pintu perpustakaan saja, orang yang menjaga buku, tempat menampung orang-orang buangan dan lain sebagainya Jadi kenapa harus diadakan ilmu semacam itu ? Apakah ilmu seperti itu penting buat kehidupan ? Apakah sarjana-sarjana dari ilmu seperti itu bisa menjadi orang yang sukses dan menjadi figur yang dibutuhkan.

  Baca lebih lanjut

By kerajaan perpustakaan Posted in Artikel Dengan kaitkata

Jadilah Pustakawan Mandiri dan Kuasai Teknologi Informasi

Kemajuan teknologi informasi dan internet sudah seharusnya dimaksimalkan untuk dimanfaatkan oleh semua orang termasuk Pustakawan.

Jangan sampai pekerjaan seorang pustakawan yang sehari-hari mengkampanyekan supaya orang rajin membaca dan belajar, akan tetapi dirinya sendiri sebagai pustakawan bermalas-malasan untuk belajar menguasai teknologi informasi yang bisa menopang pekerjaanya sebagai pustakawan. Akibatnya, kemampuan SDM dari para pustakawan menjadi jauh tertinggal.

Beberapa bukti bahwa tidak sedikit Pustakawan yang masih tertinggal dalam hal kemampuanya untuk memanfaatkan kemajuan teknologi informasi di perpustakaan. Dengan kondisi ini maka jangan heran ketika seorang Pustakawan masih banyak yang bingung bagaimana membangun perpustakaanya yang masih manual menjadi digital.

Baca lebih lanjut